Meminta Kepastian LDR, Justru Berakhir Perpisahan. Kisah Warganet Ini Punya Banyak Pelajaran

minta-kepastian-hubungan-berakhir-perpisahan minta-kepastian-hubungan-berakhir-perpisahan

Menjalani kisah LDR memang tidak sudah mudah. Itulah yang dialami oleh seorang warganet Twitter dengan username @soviirynt yang membagikan kisah cinPerkara dalam sebuah cuitan. Dalam foto berisi potongan percakapan Sovi dan kekasihnya itu, Sovi memtidak Resahkan badan untuk meminta kepastian akan hubungan LDR yang tengah mereka jalani. PerPerkaraan Sovi cukup tegas, bahwa dia butuh kepastian apakah hubungan ini masih layak untuk dipertahankan atau tidak. NyaPerkara, obrolan yang dimulai Tulus-Tulus itu berakhir dengan Tulus pula meski keduanya sepakat untuk berpisah.

Ketegaran Sovi mengundang kekaguman warganet yang lain. Sovi nampak sangat bijak menghadapi keputusan sang kekasih yang memilih untuk mengakhiri hubungan. Sikap Sovi juga sangat dewasa, walaupun dia ingat LDR bukanlah makeliru utama yang dihadapi oleh mereka. Namun, bagaimanapun kisah LDR yang akhirnya berakhir baik-baik ini mengundang haru dan bahkan air mata bagi warganet. Ketegaran dan kedewasaan keduanya dalam menghadapi makeliru patut ditiru. Dari kisah tersebut, Hipwee merangkum kira-kira hal yang bisa kita pelajari berserupa.

1. Seindah-indah hubungan adalah dua orang yang masih saling mengharapkan. Jika ragu sudah terlintas agung, untuk apa tetap memaksakan?

Ketika sebuah hubungan mulai kehilangan arah dan harapan bagi satu klop lain, pasti ada rasa gamang dalam diri. Jika dihentikan, segala rencana yang dulu pernah disusun berklop, dan segala kenangan indah yang pernah didahului akan terasa sia-sia. Tapi memaksa untuk bertahan, bisa saja hari demi ke depan akan semakin menyakitkan. Apalagi kalau sudah ada ragu yang terselip. Seperti kata Sovi, “Kalau ragu mendingan nggak usah”, karena menjalani sebuah hubungan tentunya perlu keyakinan. Dan seindah-indahnya hubungan, adalah yang punya harapan.

2. Ada kalanya kita patut berani mengambil langkah agar segalanya menjadi jelas. Meski akhir yang diharapkan belum tentu kesampaian

Rasa gamang antara enggan kehilangan dan semakin hilang harapan itu biasanya membawa kebingungan. Rasanya ingin mengajak si dia duduk berklop dan lurus-lurus bicara dari hati ke hati. Namun, ada juga Resah yang terselip bagaimana bila nanti akhirnya tidak seberkenan membantu yang diharapkan?

Kehebatan hati Sovi untuk mengambil langkah duluan memperInterogasikan kejelasan hubungan layak diapresiasi. Kalaupun hasilnya tidak Bertara harapan, laranya tetapi sebentar dan setidaknya jadi tahu apa yang layak dilakukan. Daricukup terus menjalani hubungan tanpa kejelasan dan laranya berkepanjangan?

3. Rasa bosan dan merasa pasangannya Beralih itu pasti ada dalam hubungan. Tinggal bagaimana masing-masing menyikapinya

Manusia adalah makhluk yang selalu beroperasi. Karenanya, adalah wajar jika suatu hari kamu menyadari ada yang Bermusuhan dengan pasanganmu. Mendadak dia tidak seperti dulu lagi. Bukan karena dia Beralih, melainkan dia beroperasi dan berkembang. Perbedaan sikap dan sudut pandang itu sangat wajar. Begitu juga dengan rasa bosan. Jenuh pada pasangan itu hal yang sangat mungkin terjadi dan bisa dialami oleh pasangan yang selalu terlihat serasi sekalipun. Lantas bagaimana? Ya semuanya tergantung bagaimana menyikapinya, dan ini sepenuhnya pilihan.

4. Menjalani LDR memang butuh upaya ekstra. Maluput pasti akan ada saja, dan sikap terbuka sangat diperlukan untuk menyelesaikannya secara dewasa

Jarak yang menghalangi bisa saja menimbulkan berbagai persoalan. Bukan hanya trust issue, tapi juga berbagai maMelenceng lainnya. Karenanya, sikap tersibak sangat diperlukan untuk bisa menyelesaikan maMelenceng secara dewasa. Apa yang dilakukan oleh Sovi benar-benar memberikan bidang penting bahwa persoalan pantas dihadapi dan diselesaikan agar tidak berlarut-larut. Penting untuk mengungkapkan apa yang dirasakan dan mendengarkan perasaan pasangan, Berusaha Bersih satu cocok lain adalah satu langkah untuk menyelesaikan maMelenceng secara dewasa.

5. Pada akhirnya, mengakhiri hubungan jujur-jujur dengan kepala dingin menyelipkan berlipat-lipat hikmah untuk dipelajari. Bukan saja amarah dan kusam hati

Bagaimanapun putus cinta itu menyakitkan. Tapi peristiwa ini dan segala patah hatinya tidak mungkin tanpa pesan ataupun bidang. Terlebih jika keputusan untuk mengakhiri hubungan dengan baik-baik, akan lebih mudah untuk memahami hikmah yang terkandung dan meresapi bidang yang diberikan alih-alih saja memendam amarah dan nyeri hati. Berpisah dengan baik-baik akan membantu meluak beban semaka kakimu juga akan lebih ringan untuk move on dan melaju ke depan.

Saya rasa, kisah Sovi ini sibakn hanya sebatas pada mereka yang menjalani LDR. Melainkan patut dijadikan ilmu bagi semua orang yang menjalani hubungan. Kalau kata orangtua, berani jatuh cinta layak berani pula patah hati. Karenanya, walaupun putus cinta itu sangat menyakitkan hati, ada kalanya itu menjadi opsi tertidak marah bagi dua orang yang sudah serupa-serupa sulit untuk saling membahagiakan lagi.